#SatuHATIBEMFMIPA

Sabtu, 20 April 2013


Penulis: Abdul Hasan Al Asyari

Apa yang akan terjadi jika anda mengantuk? Salah satu hal  yang sering terjadi oleh manusia adalah TIDUR. Setelah seharian beraktivitas, tentunya tubuh akan merasa kelelahan dan butuh istirahat yang cukup untuk mengembalikan stamina tubuh. Istirahat yang paling baik adalah tidur. 

Berbagai keadaan pun banyak menjadi sebuah kebiasaan seseorang ketika tidur. Sebagai contohnya adalah beberapa orang bisa tidur tanpa menggunakan lampu. Namun banyak juga yang tidak bisa tidur tanpa lampu dengan beberapa alasan seperti takut atau tidak suka gelap. Dimanakah posisi anda? Apakah anda termasuk orang yang bisa tidur dalam keadaan gelap atau tidak?
Untuk anda yang terbiasa tidur dalam keadaan lampu menyala, sebaiknya anda ubah. Faktanya, tidur dalam keadaan tanpa lampu dan gelap di waktu malam akan membuat tidur anda menjadi nyenyak karena hanya dalam keadaan benar-benar gelaplah tubuh batu bisa  terangsang untuk menghasilkan hormon melatonin. Hormon inilah yang menyebabkan seseorang menjadi mengantuk di malam hari dan membuat tidur menjadi lelap. Selain itu, hormon melatonin adalah salah satu hormon yang menunjang kekebalan tubuh. Berkat hormon ini. kita dapat terhindar dari penyakit yang parah sekalipun, seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Hormon melatonin (N-acetyl-5-metoksitriptamin) merupakan hormon pengatur utama dari seluruh hormon yang berfungsi mengatur dan memelihara irama sirkadian (sistem jam biologis tubuh yang memegang peranan penting dalam mengatur saat untuk tidur dan bangun). Hormon melatonin sebagian besar dibuat oleh kelenjar pineal dan sebagian kecilnya dibuat di usus dan retina mata. Produksi hormon melatonin dipengaruhi oleh tingkat intensitas cahaya lingkungan dan akan selalu bertambah banyak jika manusia berada dalam lingkungan yang gelap dan suasana hening namun produksinya akan dihambat oleh adanya rangsangan luar seperti sinar yang terang dan medan elektromagnetik.

Seorang ahli biologi, Joan Roberts, merupakan orang pertama yang menemukan hubungan antara lampu dan kesehatan. Ia menemukan korelasi tersebut dalam penelitiannya pada hewan percobaan yang diberikan perlakuan dengan cara menyalakan lampu buatan sepanjang malam. Setelah diamati beberapa lama, maka Roberts melakukan pengukuran kadar hormon melatonin di dalam tubuh hewan tersebut dan menemukan fakta bahwa jumlahnya makin berkurang disertai penurunan daya tahan tubuhnya terhadap penyakit. Maka Roberts pun berkesimpulan bahwa cahaya lampu (termasuk pancaran dari layar televisi) dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh yang akan mempengaruhi penurunan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mengakibatkan tubuh menjadi lemah. 

Para ilmuwan Inggris juga meneliti hal yang sama. Mereka menganalisis bahwa ketika lampu dinyalakan, tubuh memicu ekspresi berlebihan dari sel yang berhubungan dengan pembentukan kanker. Rupanya, cahaya lampu saat tidur dapat menjadi salah satu pemicu penyakit kanker. Orang yang tidur menggunakan lampu lebih rentan pada resiko penyakit kanker dibanding yang tidak. Hal ini disampaikan dalam konferensi tentang pasien leukimia.

Sebenarnya dalam dunia muslim, tidur dengan mematikan lampu memang sudah dianjurkan. 

Dari Ibnu Umar, bahwasanya Rosululloh bersabda, “Janganlah kalian meninggalkan api yang menyala ketika kalian tidur.” (HR. Bukhari no. 6293)
Dari Jabir bin Abdullah, bahwasanya Rosululloh bersabda, “Matikanlah lampu-lampu di waktu malam jika kalian hendak tidur dan tutuplah pintu-pintu, bejana serta makanan dan minuman kalian.” (HR. Bukhari no. 6296 dan Muslim no. 2012)


Oleh karena itu, jangan takut untuk tidur dalam keadaan tanpa lampu. Begitu besar manfaat yang kita dapatkan untuk kesehatan. Selain itu, dengan mematikan lampu, tentunya kita juga berkontribusi untuk mengurangi serta menghemat penggunaan listrik yang tentunya berpengaruh terhadap lingkungan dan alam akibat pemanasan global. Ketergantungan manusia kepada listrik dari masa ke masa semakin meningkat. Sementara, pembangkit listrik mayoritas berbahan bakar fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang mengeluarkan gas rumah kaca (GRK) berupa karbon dioksida (CO2), dan TERBUKTI berakibat langsung terhadap kenaikan dramatis suhu rata-rata Bumi."Yuk, SaveOurEnergy and SaveOurHealty dengan Gerakan Tidur Dalam Keadaan Gelap." MUDAH BUKAN??
#Make A Green Living Simply!

0 comments :

Posting Komentar