#SatuHATIBEMFMIPA

Jumat, 31 Mei 2013

 Penulis: Abdul Hasan Al Asyari

Alam tak pernah salah. Manusialah yang secara sadar merusak keadaan alam ini. Perilaku manusia selama ini tidak bisa memahami karakter kehidupan alam, sehingga alam selalu memberikan pengaruh negatif terhadap kehidupan manusia karena kerusakan alam yang dilakukan oleh manusia sendiri. Kerusakan alam oleh manusia tersebut sebelumnya sudah disebutkan di dalam Al Qur’an Surat Ar-Rum ayat 41 yang artinya, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”


Terlihat jelas, alam memperlihatkan kekuatannya kepada manusia. Berbagai fenomena-fenomena alam pun dengan gagah menunjukkan kekuatan dirinya kepada manusia. Tanah longsor, banjir, angin puting beliung, kebakaran hutan serta cuaca yang tidak menentu semua bersatu membentuk sebuah kekuatan yang bernama perubahan iklim. Perubahan iklim telah memaksa manusia untuk menjalani hidup tanpa kepastian. Secanggih apapun teknologi dan metode yang dibuat oleh manusia, sampai saat ini belum bisa menandingi kekuatan alam tersebut.

Perubahan iklim telah menjadi perbincangan di dunia internasional dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang rentan terhadap dampak perubahan iklim tersebut. Dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC),  Indonesia merupakan negara pelopor di antara negara berkembang yang mau menunjukkan komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca. Komitmen ini perlu di dukung oleh seluruh elemen masyarakat Indonesia, khususnya oleh pemuda yang dicap sebagai generasi yang akan meneruskan banyak peran bagi kelangsungan hidup di muka bumi.
Generasi muda merupakan generasi penerus yang memiliki tekad kuat untuk mengkritisi dampak perubahan iklim yang terjadi serta menjadi pioneer aksi nyata dan berkomitmen menyelamatkan bumi dengan menggandeng pihak-pihak lain dengan satu tujuan yang sama. Generasi muda merupakan generasi penerus yang menentukan keadaan alam di masa yang akan datang. Untuk itulah, sangat penting adanya peran para pemuda dalam menghadapi perubahan iklim.


Berlimpahnya kekayaan sumber daya alam di Indonesia yang tumpah ruah, perlu dijaga eksistensinya dari ancaman adanya perubahan iklim.  Pemuda adalah pewaris bangsa yang memiliki semangat juang tinggi. Melalui keanekaragaman budaya, agama, dan ras yang ada di Indonesia peran para pemuda perlu ditingkatkan dalam menyuarakan komitmen perubahan iklim tersebut sehingga keberadaannya dapat diperhitungkan hingga ke tingkat nasional maupun internasional. 


Untuk itu, sebagai pemuda kita dituntut untuk peduli dalam pelestarian lingkungan. Berbagai aksi nyata dan green education dengan memposisikan pemuda sebagai tokoh sentral adalah salah satu upaya untuk membuat generasi muda secara aktif berpartisipasi dan bertanggungjawab dengan komitmen perubahan iklim tersebut. Berbagai ide serta solusi kreatif dari pemuda sangatlah dibutuhkan untuk menghadapi perubahan iklim yang semakin hari semakin luas. Mitigasi merupakan sebuah langkah yang dilakukan oleh seluruh pemuda di nusantara untuk mengurangi penyebab terjadinya perubahan iklim yaitu gas-gas rumah kaca terutama dari kerusakan hutan dan penggunaan bahan bakar fosil. 


Perubahan iklim telah terjadi, butuh waktu yang lama untuk mengembalikannya seperti semula. Hal yang dapat kita lakukan sekarang adalah mengurangi perubahan iklim tersebut. Sebagai pemuda, hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim adalah menerapkan Green Living dalam kehidupan sehari-hari. Banyak cara yang dapat kita terapkan, diantaranya menggunakan sapu tangan dibandingkan tissue, menggunakan transportasi umum, meminimalisir penggunaan kertas, membawa tumbler kemana pun, sampai menggunakan tas kain dibandingkan tas plastik ketika berbelanja. Kelihatannya sangat sederhana, tapi dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk dapat kontinu melakukan hal-hal tersebut sampai menjadi sebuah kebiasaan. Jika pemuda di Indonesia bersatu dalam sebuah komitmen, nantinya dapat kita rasakan berkurangnya pengaruh perubahan iklim secara luas. Oleh karena itu, jadilah pemuda yang ikut berperan dalam menghadapi perubahan iklim.

0 comments :

Posting Komentar