#SatuHATIBEMFMIPA

Minggu, 02 Juni 2013

Spider Plant

Posted by BEM FMIPA UNJ On 22.24


Mengurangi Polusi Udara di Daerah Perkotaan Dengan Tanaman Penutup Dinding

(Spider plant)

Oleh: Maulidia Achmad Rukun 

Kehidupan di perkotaan dewasa ini sudah tak luput lagi dari polusi udara yang sudah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan, wajar saja ruang terbuka hijau sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya tumbuhan yang merupakan organisme penyerap karbon diokasida jumlahnya masih jauh dari cukup, di DKI sebagai pusat Ibu Kota Negara Indonesia pada tahun 2012 ruang terbuka hijau baru mencapai 9,8 %, idealnya ketersediaan ruang terbuka hijau adalah 20% dari luas suatu daerah. Dengan jumlah tersebut tentu sangat tidak ideal dalam penyerapan polusi udara yang dihasilkan oleh aktivitas masyarakat yang  hidup didalamnya. Memang segala upaya telah dilakukan, baik dengan melakukan penambahan jumlah ruang terbuka hijau hingga melakukan penanaman pohon di daerah-daerah yang masih terdapat lahan, tetapi hal tersebut belum dapat banyak membantu. Padahal efek yang ditimbulkan dari polusi udara itu sangat membahayakan terutama bagi kesehatan, banyak penyakit yang disebabkan oleh polusi udara seperti infeksi mata, infeksi saluran pernapasan, gangguang jantung, dan keracunan akibat logam berat.

Sebenarnya banyak cara yang dapat dilakukan untuk  mengurangi polusi di Perkotaan, yaitu menanam pohon pada lahan kosong, menanam tanaman dalam pot, dan menanam tanaman pada vertikultur. Tetapi cara-cara tersebut memiliki beberapa kekurangan yaitu dibutuhkan luas area yang lebih banyak serta dibutuhkan perawatan yang cukup rumit, padahal lahan di perkotaan sangat terbatas. Permasalahan lahan memang cukup pelik di daerah perkotaan, semakin bertambahnya penduduk yang hidup di perkotaan tentu membutuhkan banyak lahan yang digunakan untuk membuat perumahan, kantor, dan bangunan-bangunan lainnya dan tentunya hal tersebut berimplikasi dengan semakin sedikitnya ketersediaan lahan untuk ditumbuhi tumbuhan hijau yang berfungsi menyerap polusi udara. 

Media dinding sejauh ini belum banyak digunakan sebagai tempat untuk menanam tumbuhan, padahal jika dihitung-hitung jumlah dinding yang tidak termanfaatkan atau hannya tertutup cat sangat banyak dan seandainya saja media dinding ini dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan maka hal tersebut tentu dapat menjadi solusi dari masalah polusi di perkotaan. Spider plant menyandur dari hewan laba-laba yang mampu hidup di dinding begitu pula dengan jenis salah satu tumbuhan yaitu Ficus repens yang merupakan tumbuhan perambat (vines) dan mampu hidup di media dinding. Untuk menumbuhkan Ficus repens pada media dinding tidaklah sulit karena sifat dari tumbuhan suku moraceae termasuk Ficus repens di dalamnya compatible pada kondisi lingkungan yang beragam mulai dari intensititas cahaya, suhu, kelembaban, dan kandungan air yang tidak mendukung sekalipun.

Syarat agar suatu media dinding dapat ditumbuhi oleh Ficus repens adalah dinding yang terbuat dari semen dan kokoh serta tidak dicat karena sifat adhesive cat tidak disukai oleh akar Ficus repens. Dinding yang terbuat dari bahan kayu juga tidak dapat digunakan karena dinding dari kayu sangat mudah lapuk, pecah, dan retak karena suasana yang lembab akibat tertutup oleh Ficus repens. Tidak usah khawatir dinding yang ditumbuhi Ficus repens rusak karena termakan oleh akar-akar Ficus repens asalkan dinding yang dijadikan sebagai media tumbuh dibuat kokoh, akar dari tumbuhan tersebut tidak merusak material-material dinding, akar Ficus repens hannya menggunakan dinding sebagai media pelekat saja untuk menunjang kehidupannya.

Selain berkurangnya polusi udara manfaat lain yang didapatkan dengan menanam tumbuhan penutup dinding adalah semakin sedikit biaya yang dikeluarkan, hal itu dikarenakan tidak diperlukan uang dan tenaga untuk mengecat dinding, selain itu dengan tumbuhnya Ficus repens pada dinding maka nilai estetika dinding tersebut menjadi bertambah tentunya bersanding dengan prinsip naturalis, dan berdasarkan penelitian dengan adanya tumbuhan penutup dinding suhu daerah disekitarnya berkurang hingga 1,35⁰C dari suhu lingkungan disekitarnya.



Gambar. Dinding yang ditumbuhi Ficus repens
Sumber: www.landscaperesource.com

0 comments :

Posting Komentar